<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-358802651396072733</id><updated>2011-11-27T15:40:53.131-08:00</updated><title type='text'>Pandangan Hidup</title><subtitle type='html'>Melihat Dunia dengan rasa dan talenta</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-358802651396072733.post-1860693327543230563</id><published>2009-04-17T23:44:00.001-07:00</published><updated>2009-04-18T00:12:17.784-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Masa Depan Kita?</title><content type='html'>Akan seperti apakah dunia masa depan?&lt;br /&gt;Hitunglah kira kira 20 tahun ke depan.Mungkin semua hubungan akan terkoneksi online,transaksi belanja online,hubungan kekerabatan online,sehingga mungkin pertemuan antar individupun berkurang.Hal ini tentu akan membawa dampak pada kecepatan perputaran uang yang begitu dahsyat.Lalu apakah nilai nilai kemanusiaan akan dihargai dengan hubungan seperti itu?berjam jam saja duduk di belakang layar komputer membuat kita kehilangan keseimbangan emosi terhadap dunia nyata..iya kan?paling tidak mungkin akan mengurangi dosa walaupun kualitas hubungan interpersonal menjadi basi.20 tahun yang lalu membina hubungan dengan kekasih dapat berjalan berdua dengan diiringi lagu lagu nan melankolis..meraskan hangatnya sentuhan tangannya..tapi nanti,hanya virtual body kita saja yang cukup bertemu..begitu basi..bahkan hubungan badanpun bisa dilakukan tanpa kita terlibat didalamnya...well..telah terjadi pembunuhan emoasi secara sistematik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sektor real?dengan berkurangnya emosi yang meledak-ledak,emosi tidak terkontrol dan berkurangnya tantangan terhadap pengelolaan diri,karena semuanya telah terkomputerisasi,maka sektor seni dan humaniora akan semakin mahal,begitu banyak orang yang rindu di'sembuh'kan sejenak lalu kembali lagi pada kehidupan virtualnya.Di indonesia yang mungkin berkibar adalah forum forum wirid serta padepokan. Konsekwensi dari pemberangusan emosi dan hubungan personal ini membuat efisiensi dan produktifitas meningkat,sehingga sumber daya alam yang tinggal sisa akan semakin cepat habis..laut akan semakin bertambahnya volumenya karena mencairnya kutub utara dan..udara panas begitu rupa sampai kitapun tidak bisa bernafas tanpa bantuan alat pernafasan virtual..siapakah yang dapat memberikan kenyamanan lagi?hanya ruang ruang ber Ac yang dapat memberikan kenyamanan sementara dan buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk mengantisipasi keniscayaan perkembangan teknologi dan ekonomi diatas,sangat dibutuhkan antisipasi dengan segera jaminan keberlanjutan sumber daya alam gratis seperti udara dan air dan itulah tugas para researcher dan keilmuan lingkungan saat ini..mempersiapkan kesetimbangan alam baru di tengah dunia yang semakin tak karuan..dimanakah para teknisi dan engginer sumber daya alam?semakin tidak terdengar jika tidak melahirkan inovasi yang mengurangi dampak kebobrokan alam itu...justru engginer yang berbasis informatika dan informasi akan berkibar..ahli sosial politik?politikus?semakin tidak mendapatkan tempat karena terjadi metamorfosis hubungan dan transaksi politik menjadi virtual dan masyarakat cerdas telah terbentuk dan suka suka menentukan sikap dan sulit termotivasi untuk bergerak karena kenyamanan yang ada.bagaimana agama?Kitab suci telah disimpan di laci paling bawah atau mungkin di loteng,kalah oleh jaringan nirkabel yang online 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia?&lt;br /&gt;sampai 50 tahun ke depan masih tidak jauh lah...kesukaannya masih sama : dangdut,produk sampah dari negara negara lain dan tidak pernah menjadi inovatif,creatif,cerdas dan humanis secara kolektif..wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/358802651396072733-1860693327543230563?l=yan-ardiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/feeds/1860693327543230563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/akan-seperti-apakah-dunia-masa-depan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/1860693327543230563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/1860693327543230563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/akan-seperti-apakah-dunia-masa-depan.html' title='Bagaimana Masa Depan Kita?'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-358802651396072733.post-7894145125017608089</id><published>2009-04-03T09:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T09:04:30.607-07:00</updated><title type='text'>Get Your Priorities Right - Meditate</title><content type='html'>by: Willie Horton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No doubt you have heard the old saying that no one, on their deathbed, would ever say that they wished that they'd spend more time in the office! Well, given the mass hysteria that is the fear and panic that has been gripping world economies over the last few months, some don't even have the option of spending more time in that office anymore! I don't say that lightly, it's just a fact of the times in which we live - but a fact created by collective state of mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For those of us who live in these times, there is an extraordinary onus on us to stay (or become) calm. Only calm, or clarity of mind, will move everyone towards that "even keel" where we no longer get sucked into mass fear or panic. Only a clear mind will move us towards the ability to stop mindless reaction and start acting. If we get there, we can all benefit from the abundance that this life offers us - today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calm works wonders. From small wonders - like not shouting at our children, not losing our heads when bad things happen - to major wonders. Consider the US Transcendental Meditation experiment in Washington DC in 1993, where TM aimed to get 4,000 calm people meditating in a central Washington convention centre. Quantum mathematicians at Stanford calculated that the effect of 4,000 calm minds would be seen in a directly connected calculable 25% drop in violent crime - homicide, rape and assault. Whilst law enforcement agencies were more than a little sceptical at the outset, why not look at the US Federal Government's Institute of Science, Technology and Public Policy - the results were exactly as predicted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You see, state of mind is contagious - whether it's just being bored by a boring person, yawning because everyone else has started yawning, getting all excited because your team is winning the big match, or being uplifted in the company of someone who has "presence". It doesn't matter what the circumstances, your state of mind effects my state of mind - and rubs off on everyone else. Decades of psychological research proves this to be the case. And, in recent years, quantum physics has provided with the hard scientific evidence - if evidence were needed - that your energy affects my energy - and our energy affects universal energy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Which brings me back to the title of this article. Generally speaking, so-called "normal" people have their priorities all wrong, constantly striving for what some might call the "American Dream" of achievement and wealth. Mostly, those two words, achievement and wealth, go together. But what about the wealth of a calm mind, a soul at peace, happy loving relationships and good health? What about having lots of time to do what really turns you on? What about helping those around you rather than helping yourself?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I started this article with one old saying - what about this one: What goes around, comes around. If you take your foot off the accelerator that is speeding us all headlong into a greed-induced disaster and start putting the really important things in life first, decades of anecdotal evidence suggests that you will get everything you need for a perfect life. Again, quantum physics comes to the fore in proving that universal energy responds to our emotions and intentions. But, if our intentions are not honourable, what do you think we'll get in return? Perhaps the current mess?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why not put the quality of your life at the top of your list of priorities? Why not realise that money can't buy you love? Why not wake up to the fact that without your own peace of mind, nothing else really matters? And, where do you find peace of mind? Where do you find mental calm? The answer is obvious - you find these qualities of life within.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Very few people give themselves the space to journey within - they're too busy trying to win the next deal, or even just trying to make ends meet. The funny thing is that ends meet of their own accord if you give yourself a little space to get re-acquainted with the real you, within. If meditation can permeate a whole city, surely meditation can affect just you on your own. So, no matter how you do it, take a few minutes each day to calm down, to breathe in and out, to marvel at the wonder of the sky above your head, the birds singing. Let your peace of mind be your only priority. Your priority for today - and every day - should be to ensure that you're in a clear and calm state of mind, focused in the present moment. Everything else will follow as night follows day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meditate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright (c) 2009 Willie Horton&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/358802651396072733-7894145125017608089?l=yan-ardiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/feeds/7894145125017608089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/get-your-priorities-right-meditate.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/7894145125017608089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/7894145125017608089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/get-your-priorities-right-meditate.html' title='Get Your Priorities Right - Meditate'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-358802651396072733.post-5458969620677534115</id><published>2009-04-02T01:51:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T01:52:29.401-07:00</updated><title type='text'>Pernyataan Sikap KM ITB 1998</title><content type='html'>Pernyataan Sikap Keluarga Mahasiswa ITB Mengenai Krisis Ekonomi Indonesia&lt;br /&gt;Setelah banyak krisis sosial terjadi di Indonesia yang berupa gejolak sosial (Tanjungpriok, Jakarta, Tasikmalaya, Situbondo, Sampang, Banjarmasin, dan tempat lainnya) dan bencana-bencana kebakaran hutan , kekeringan dan kematian massal Jayawijaya, kini bangsa Indonesia dihadapkan pada bencana ekonomi terbesar selama masa 30 tahun lebih. Sakitnya perekonomian Indonesia yang tak kunjung sembuh ini merupakan sebuah akumulasi dari berbagai ekses penerapan srategi pembangunan, dengan pola-pola pembangunan ekonomi sentralistik, ketergantungan berlebihan terhadap pihak luar , tak adanya perwujudan "pemerintahan yang bersih" dengan sungguh-sungguh, kesemuanya telah melenceng dari nilai-nilai dasar perekonomian bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kekalutan dalam masyarakat dengan semakin tak terkontrolnya penurunan nilai rupiah terhadap nilai dolar Amerika, ditambah pula dengan adanya pendistribusian barang yang tak jelas dengan praktek monopoli didalamnya membuat harga barang melonjak drastis. Terjadinya antrean pada pembelian sembilan bahan makanan pokok, penurunan daya beli masyarakat dan dengan matinya dunia usaha mengakibatkan pula bertambahnya jumlah pengangguran, dan sektor-sektor kehidupan lain yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menunjukkan bahwa infrastruktur perekonomian kita lemah. Kesemuanya itu membuat rakyat kian melarat dan menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fakta diatas yang tidak didukung oleh sikap yang jelas dari pihak pengelola negara dan waktu penyelesaian yang realistis pada krisis terbesar yang menimpa Indonesia, maka kami, Keluarga mahasiswa ITB,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Menuntut dihentikannya retorika politik yang digunakan sebagai bentuk penyelesaian krisis oleh pemerintah. 1.. Menuntut adanya transparansi sejelas-jelasnya terhadap penyelesaian krisis yang kongkret dan logis. 2.. Menuntut DPR untuk meminta pertanggungjawaban terhadap langkah-langkah pemerintah dalam penyelesaian krisis 3.. Mengajak kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk bersama-sama menyikapi permasalahan bangsa ini. Demikian pernyataan sikap ini kami buat dengan memperhatikan masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangsa Indonesia yang kami cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Tuhan, Bangsa dan Almamater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 14 januari 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas nama Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONGRES MAHASISWA-ITB FORUM KETUA HIMPUNAN JURUSAN (FKHJ) ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yan Ardiansyah, Koordinator Yunandar, Pjs. Sekjen &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/CapitolHill/Senate/4427/berutind.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/358802651396072733-5458969620677534115?l=yan-ardiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/feeds/5458969620677534115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/pernyataan-sikap-km-itb-1998.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/5458969620677534115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/5458969620677534115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/pernyataan-sikap-km-itb-1998.html' title='Pernyataan Sikap KM ITB 1998'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-358802651396072733.post-4762038178897648194</id><published>2009-04-02T01:44:00.001-07:00</published><updated>2009-04-02T01:44:24.154-07:00</updated><title type='text'>Kemahasiswaan ITB tahun 1990</title><content type='html'>Dekade 90-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemahasiswaan ITB mulai mendapat momentumnya saat Sekjen FKHJ Duddy Sona Lesmana (PL’89) diskorsing tahun 1991. Kompromi mahasiswa dan rektorat saat mengadakan Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) 1992 dan 1994 yang dilegalkan oleh Rektor Prof. Wiranto Arismunandar. Sempat terjadi kasus skorsing Yos Alfa (FT’90) dan Muhammad Melyana (FT’90), Ketua Umum HMFT 1993-1994 dan Ketua Mabin HMFT 1993, yang menyebabkan aksi pengunduran diri Deny (SI’88) sebagai bentuk protes atas represifitas birokrasi kampus. Aksi ini didukung oleh ribuan mahasiswa ITB dan juga mahasiswa kampus lain yang sedang mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Fuad Hasan mewajibkan berdirinya Senat Mahasiswa Peguruan Tinggi (SMPT) tahun 1990, mengakhiri era NKK-BKK. Mahasiswa UI, IPB, UNPAD, UGM, ITS dan UNAIR menerima konsep ini. Namun hasil referendum mahasiswa ITB tahun 1993 menghasilkan penolakan SMPT dan menyatakan perlunya pendirian Lembaga Sentral Mahasiswa dari, oleh dan untuk mahasiswa. Pada tanggal 20 Januari 1996, FKHJ dan BKSK ITB mendeklarasikan berdirinya Keluarga Mahasiswa ITB berikut kelengkapannya yaitu Kongres dan Kabinet KM ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus kematian Zaki Tiffany Lazuardian (FI’95) tanggal 8 Januari 1996 menyebabkan skorsing kepada Budi (Ketua HIMAFI) dan Ridjal (Ketua PPAM 1995). Skorsing ini ditindaklanjuti dengan pembelaan mahasiswa ITB di lapangan basket. Diketahui bahwa Zaki meninggal akibat menderita paru-paru basah dan tidak pernah melaporkan segala sesuatunya kepada Panitia PPAM. PTUN Jawa Barat memenangkan mahasiswa ITB dan membatalkan skorsing. Namun karena tekanan yang kuat, Budi dan Ridjal mengundurkan diri dari ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan April 1996, Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan, Ir. Indradjati Sidi menggulirkan perlunya pendirian SMPT sebagai organisasi kemahasiswaan terpusat. Atas kepentingan legalitas organisasi, maka mahasiswa dan rektorat mengadakan Forum Balai Pertemuan Ilmiah (Forum BPI) diketuai oleh Haru Suwandharu (BI’93), Ketua Nymphaea. Forum BPI tidak menghasilkan kesepakatan apa-apa. Forum TVST diinisiasi juga oleh Pembantu Rektor selanjutnya Ir. Isnuwardianto dan diketuai oleh Vijaya Vitriyasa (MS’94), Kepala Gamais. Forum TVST dibayang-bayangi isu organisasi registrasi dan non-registrasi karena lima himpunan disegel akibat menolak registrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KM ITB dan Komite Mahasiswa Unpar mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa Bandung pada tahun 1996. Kemudian bersama kampus-kampus Jakarta, KM ITB juga mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa se-Jabotabek (FKMJ) yang disingkat Forum Kota (Forkot). KM ITB, bersama FKMB, Forkot dan juga Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jabotabek (FKSMJ) mengadakan mimbar bebas di sekretariat PDI, jalan Diponegoro yang berakhir dengan Kerusuhan 27 Juli 1996. Saat itu juga organ-organ ini diberi nama Organisasi Tanpa Bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis Moneter bulan Juli 1997 ditindaklanjuti dengan berdirinya Satuan Tugas Reformasi oleh Syawaludin Lubis (TG’90), Meldy (MS’91), Denda Alamsyah (GD’91), Anto Soedarto (GD’92), Khalid Zabidi (SR’93), Depi Restiadi (TG’94), Widdy Widianto (PL’95), Gandhi (TK’95). Berdirinya Satgas KM ITB untuk Reformasi ini juga dibarengi dengan berdirinya Tim Beasiswa KM ITB tahun 1998 untuk menangani beasiswa dari, oleh dan untuk mahasiswa. Aksi-aksi mahasiswa mulai bergulir, terutama saat Peristiwa Trisakti, Pendudukan Gedung DPR/MPR, dan Peristiwa Semanggi I. Satgas KM ITB bersama FKSMJ dan Komite Mahasiswa Universitas Siliwangi mengadakan dialog nasional bersama Amien Rais, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Ciganjur yang menghasilkan Deklarasi Ciganjur, 13 November 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 7-10 Juni 1998 diadakan Musyawarah Kerja KM ITB di Ciwidey. Pada Muker 1998 ini Konsepsi Organisasi Kemahasiwaan serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ITB disahkan. Konsep Organisasi Kemahasiswaan mengacu pada Konsep Pemerintahan Mahasiswa dan visi Masyarakat Madani yang ditulis oleh Fandy Wijaya (GD’94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Oktober 1998, Pemilihan Umum Raya Keluarga Mahasiswa untuk pertama kalinya sejak KM ITB dideklarasikan kembali, menghasilkan Vijaya Vitriyasa (MS’94) sebagai Presiden KM ITB periode 1998-1999, mengalahkan Khalid Zabidi (SR’93), Ahmad Salahudin (TI’94) dan Heldy (FT’94). Selain itu terbentuk Kongres yang diketuai Yan Ardiansyah (GD’94). Kabinet Vijay berkontribusi dalam mendirikan unit Radio Kampus (RK), mengadakan Hearing Calon Presiden RI bulan April 1999, dan juga berpartisipasi dalam penolakan RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya pada peristiwa Semanggi II, Oktober 1999. Karena FKHJ menganggap kinerja Kabinet Vijay kurang memuaskan, maka pelaksanaan Pemilu Raya 1999 dipercepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabinet kedua dipimpin oleh R. Sigit Adi Prasetyo (IF’95) mengalahkan Nurul Wajah Mujahid (KL’95), Zaid Perdana Nasution (TL’96), Arief Wicaksono (TI’95), Iqbal Alfajri (DS’96), Dedi Apriadi (GL’97). Kabinet Sigit berkontribusi dalam mengadakan Olimpiade Olahraga dan Seni Budaya I, penerbitan buletin Soul of Campus, serta Public Lecture yang menghadirkan Nurul Izzah sebagai pembicara. OSKM 2000 yang diketuai Alfari Firdaus (TI’96) hanya dihadiri oleh 400 peserta pada hari pertama dan 900 peserta pada hari terakhir, hal ini terjadi akibat Rektor Prof. Lilik Hendradjaja melarang mahasiswa baru angkatan 2000 untuk mengikuti OSKM.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/358802651396072733-4762038178897648194?l=yan-ardiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/feeds/4762038178897648194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/kemahasiswaan-itb-tahun-1990.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/4762038178897648194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/4762038178897648194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/kemahasiswaan-itb-tahun-1990.html' title='Kemahasiswaan ITB tahun 1990'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-358802651396072733.post-7263797803662204741</id><published>2009-04-02T01:30:00.001-07:00</published><updated>2009-04-02T01:30:50.554-07:00</updated><title type='text'>Kemahasiswaan ITB dari masa ke masa</title><content type='html'>They’ve made their history, now it’s time to us to make our history! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Pimpinan-Pimpinan Mahasiswa ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Dewan Mahasiswa ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1960-1962 Piet Corputty&lt;br /&gt;1962-1963 Udaya Hadibroto&lt;br /&gt;1963-1965 Muslimin Nasution&lt;br /&gt;1965-1967 Rahmat Witoelar&lt;br /&gt;1967-1968 Purwoto Handoko&lt;br /&gt;1968-1969 Sarwono Kusumaatmadja&lt;br /&gt;1969-1970 Wimar Witoelar&lt;br /&gt;1970-1971 Syarif Tando&lt;br /&gt;1971-1972 Sjahrul&lt;br /&gt;1972-1973 Tri Herwanto&lt;br /&gt;1973-1974 Muslim Tampubolon&lt;br /&gt;1974-1975 Prasetyo Sunaryo&lt;br /&gt;1975-1976 Daryatmo, Ivan Isaq, Muhammad Najib, Khairullah Harun&lt;br /&gt;1976-September 1977 Kemal Taruc (dijatuhkan MPM)&lt;br /&gt;September-November 1997 Caretaker Presidium: Al Hilal Hamdi, Muhammad Iqbal, Sukmadji Indro Tjahyono, Ramles Manampang Silalahi&lt;br /&gt;1977-1978 Heri Akhmadi&lt;br /&gt;Desember 1978-Maret 1979 Caretaker Presidium: Faletehan Siregar, Herdi Waluyo, Indra Cahya, Jusman Syafii Djamal, Mathias Thoib, Sugeng Setiadi&lt;br /&gt;1979-1980 Aussie Gautama&lt;br /&gt;1980-1981 Iwan Basri&lt;br /&gt;1981-1982 Agus Suroto (sekaligus Ketua MPM ITB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Forum Ketua Himpunan Jurusan ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1982 Hendardi, Umar Juoro&lt;br /&gt;1986 Syahganda, Ucok Lubis&lt;br /&gt;1987 Hotasi Nababan, Fadjroel Rachman, Amarsah, Theodorus Ondos Koekeritz, Didi Yakob&lt;br /&gt;1988-1989 Yaya, Bambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Keluarga Mahasiswa ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1996-1998 Hafiz (SC Pendirian KM), Yan Ardiansyah (Ketua Kongres)&lt;br /&gt;1998-1999 Vijaya Vitrayasa&lt;br /&gt;1999-Maret 2001 Sigit Adi Prasetyo&lt;br /&gt;Oktober 2001-Maret 2002 Akbar Hanif Dawam Abdullah&lt;br /&gt;2002-2003 Alga Indria&lt;br /&gt;2003-2004 Ahmad Mustofa&lt;br /&gt;2004-2005 Anas Hanafiah&lt;br /&gt;2005-2006 Muhammad Syaiful Anam&lt;br /&gt;2006-2007 Dwi Arianto Nugroho&lt;br /&gt;2007-2008 Zulkaida Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/358802651396072733-7263797803662204741?l=yan-ardiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/feeds/7263797803662204741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/kemahasiswaan-itb-dari-masa-ke-masa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/7263797803662204741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/7263797803662204741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/kemahasiswaan-itb-dari-masa-ke-masa.html' title='Kemahasiswaan ITB dari masa ke masa'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-358802651396072733.post-5651875002507100027</id><published>2009-04-02T01:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T01:28:35.366-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Perubahan</title><content type='html'>SETELAH dua kali unjuk rasa soal lonjakan harga bahan pokok, aksi keprihatinan sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Kamis (22/1) pagi, memasuki trend baru yang lebih membumi. Teriakan dan yel-yel "turunkan harga" terwujudkan dalam aksi nyata berupa pasar murah yang oleh mereka disebut pasar rakyat. Poster dan spanduk-spanduk tidak lagi dibentang dengan kepalan tangan dan urat leher yang menegang. Poster-poster tersebut berjajar rapi sepanjang gerbang masuk kampus ITB Jalan Tamansari. Beberapa di antaranya berbunyi, "Kembali ke Rakyat, Gerakan Cinta Rakyat" dan "Mari Sambut Lebaran dengan Pesta Rakyat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, lapangan basket yang terletak di sisi barat jalan masuk kampus sejak pukul 07.00 dipenuhi antrean panjang ibu-ibu rumah tangga. Mereka tidak hanya berasal dari warga Kelurahan Tamansari dan sekitar kampus ITB, tetapi juga dari kawasan Dago Atas dan Maribaya. Dengan sabar, ibu-ibu rumah tangga membentuk barisan berbanjar di depan tiga meja yang diatapi tenda plastik. Beberapa di antaranya menggendong anaknya seraya ngerumpi dengan orang-orang yang juga berbaris di sisi kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah mereka berseri-seri ketika mobil pengangkut bahan pokok pasokan Dolog tiba di lapangan basket. Dengan cekatan, aktivis mahasiswa-mahasiswi ITB bahu-membahu mengatur kemasan beras, gula, dan terigu di belakang meja. Ibu-ibu rumah tangga akhirnya mulai terlayani satu per satu setelah Kepala Dolog Jabar Andi Chairuddin mempersilakan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tempo dua jam, sedikitnya tiga ton beras, satu ton gula pasir, dan dua ton terigu terbeli oleh ibu-ibu rumah tangga dengan harga sedikit miring dibanding harga di pasaran umum. Beras medium yang sudah disosoh jadi bersih dihargai Rp 1.500 per kg, lebih murah Rp 200 dari harga pasaran umum. Gula pasir dijual seharga Rp 1.500 per kg, jauh lebih murah dibanding gula pasir yang dijual di kedai-kedai dan pasar seharga Rp 2.000-2.200. Sedangkan terigu dijual Rp 900 per kg, lebih enteng Rp 300 dibanding harga umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pasokan menipis, sejumlah aktivis segera melarikan jip bak terbukanya ke gudang Dolog di Jalan Soekarno Hatta. Sementara sejumlah mahasiswi menenangkan dan menyabarkan ibu-ibu yang bermandi peluh tersengat sinar Matahari. Sekitar 1,5 jam kemudian, datang lagi pasokan dari Dolog. Rencananya, pasar tersebut dibuka Kamis-Jumat. Tetapi, jika masih banyak permintaan, bukan tidak mungkin dibuka terus hingga lima hari menjelang Lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini yang kami tunggu-tunggu. Kami sudah bosan dengan pernyataan dan slogan soal jaminan tersedianya barang-barang. Tapi, nyatanya, harga terus membubung," ujar Ny Dedeh (45) warga Maribaya yang juga ikut antre.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN menggelar pasar rakyat di kampus mulai mencuat di kalangan aktivis Kongres Mahasiswa ITB (KM-ITB) ketika aksi unjuk rasa dan aksi turun ke jalan pekan lalu, dirasakan tidak begitu mempan meredam gejolak harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran umum. Mendengar adanya kesediaan Dolog Jabar menyalurkan beras, gula dan terigu, lewat pasar murah kepada instansi-instansi dan organisasi sosial, maka terbesitlah keinginan menggelar pasar rakyat di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, hasrat mahasiswa ITB mendapat "lampu hijau" dari pihak Dolog. Sebelumnya, mahasiswa ragu keinginannya terpenuhi, mengingat lembaga-lembaga yang telah mengajukan permohonan rata-rata dari Dharma Wanita, dan yayasan yang nota bene punya dana awal untuk menalangi harga tebusan dari Dolog. Kepala Dolog Jabar Andi Chairuddin ternyata tidak kaku dan terpaku pada aturan prosedural. Ia tidak hanya bersedia memberikan gratisan terlebih dulu kepada mahasiswa, bahkan tenda selebar separuh dari lapangan basket pun ia siapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya percaya akan kejujuran dan idealisme adik-adik. Tidak masalah, saya juga pernah jadi mahasiswa seperti kalian," kata Chaeruddin seraya menyatakan siap memasok bahan berapa pun permintaan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam tempo dua hari, mahasiswa sudah menyusun dan melaksanakan strategi promosi yang terbilang jitu. Mereka mengedarkan selebaran di kawasan permukiman kumuh di sekitar Tamansari dan Cipaganti. Selain itu, informasi pasar murah disiarkan lewat radio frekuensi AM. "Kami sengaja memilih radio AM, karena sasaran pendengarnya adalah masyarakat kelas menengah ke bawah," kata Yan Ardiansyah Achmad, Koordinator KM-ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengimbangi dana talangan dari Dolog, KM-ITB menggunakan saham yang dihimpun dari lebih dari 20 himpunan jurusan serta para donatur yang jumlahnya tidak sampai Rp 3 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan pihak Dolog, mahasiswa pun berasumsi, dengan pasar murah, paling tidak jumlah orang ke pasar-pasar umum bisa diminimalisir, harga bisa ditekan. Sedangkan bagi Dolog sendiri, kegiatan pasar murah secara tidak langsung menyukseskan operasi pasar. Sebuah simbiosis mutualisme, antara mahasiswa, masyarakat, dan instansi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Bacaan/Readings_Intermediate/Kompas/Kompas1/fspasar_rakyat2.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/358802651396072733-5651875002507100027?l=yan-ardiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/feeds/5651875002507100027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/sejarah-perubahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/5651875002507100027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/5651875002507100027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/sejarah-perubahan.html' title='Sejarah Perubahan'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-358802651396072733.post-2352100444952890499</id><published>2009-04-02T01:00:00.001-07:00</published><updated>2009-04-02T01:05:15.252-07:00</updated><title type='text'>Kampanye Indonesia,sebuah kemasan kebodohan politik Indonesia</title><content type='html'>Pada mulanya kita sangat bersyukur pada apa yang telah terjadi di Indonesia saat ini,dengan hidupnya demokrasi langsung yang melahirkan mekanisme pemilu yang dapat secara langsung mengubah cara pandang rakyat indonesia mengenai bagaimana cara berpolitik dan memiliki sikap politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,hal itu tidak berlangsung lama ketika pada masa kampanye tidak ditemukan lagi orasi-orasi bermutu,sikap sikap alternatif para calon anggota dewan menyikapi perkembangan politik dalam negeri maupun luar negeri. Semuanya bicara pengentasan kemiskinan tanpa dapat melihat konsepsi mengenai kemiskinan itu sendiri.Apa yang terjadi sehingga menjadi lips service belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah negeri kita akan sejajar dengan negeri yang lain jika para pemimpinnya saja cuma bisa bicara di tingkat lokal,tidak ada yang memiliki pandanga jauh ke depan,memberikan harapan baru berbangsa dan bernegara kepada rakyat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/358802651396072733-2352100444952890499?l=yan-ardiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/feeds/2352100444952890499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/kampanye-indonesiasebuah-kemasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/2352100444952890499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/358802651396072733/posts/default/2352100444952890499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yan-ardiansyah.blogspot.com/2009/04/kampanye-indonesiasebuah-kemasan.html' title='Kampanye Indonesia,sebuah kemasan kebodohan politik Indonesia'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
